Gagal Terapkan Sistem Belajar Online, Menteri Di Korut Di Hukum Mati

 

Gagal Terapkan Sistem Belajar Online, Menteri Di Korut Di Hukum Mati

PALAPA POKER – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengeksekusi mati menteri di bidang pendidikan karena di nilai gagal menerapkan sistem pembelajaran online.

Menteri yang tidak disebutkan namanya itu dihukum mati setelah penyeledikan di kementrian pendidikan tinggi menunjukkan bahwa pejabat terkait gagal membuat kemajuan yang cukup dengan kebijakkan belajar secara daring.

BACA JUGA : BERSAMA CHELSEA, THOMAS TUCHEL YAKIN BISA WUJUDKAN AMBISI RAIH TROFI

berdasarkan hasil penyelidik, menteri yang dihukum mati justru mengeluh tentang beban kerja dalam panggilan video. Selain itu,menteri tersebut juga mengkritik pemerintah terkait kebijakkan pembelajaran online.

Laporan hasil penyelidikan yang di sampaikan ke kementrian pendidikan tinggi dilakukan oleh Organisation and Guidance Departement ( ODG )seperti dilansir Agent Poker .

“OGD melakukan penyelidikan karena komisi gagal membuat kemajuan apapun dan karena beberapa pihak telah mengkritik kebiijakan pemerintah,”demikian di lansir NRK.

Tuduhan tersebut juga dilaporkan termasuk anggota departemen yang mengeluh di setiap pertemuan tentang pekerjaan mereka, sementara yang lain mempertanyakan kurangya sumber daya yang disediakan oleh negara.

Para pengawas juga disebut telah menyoroti lambanya penerpan kebijakan pembelajaran jarak jauh.

Setelah menteri yang di maksud dihukum mati, komisi baru disusun ulang dibawah Ri Guk Chol, Presiden Universitas Kim II Sung.

Kim Jong Un memang tak segan menghukum mati pejabat yang menentang kebijakan pemerintah Korut. Tahun lalu, seorang jendral korut dimasukkan kedalam kolam yang penuh dengan ikan piranha.

Jendral tersebut dihukum mati karena gagal dalam melakasanakan tugas. Sementara lima pembantunya dibunuh oleh regu tembah setelah pertemuan puncak 2019 dengan Donald Trump gagal menghasilkan kesepakatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar