5 PesepakBola Ini Bikin Orang Lain Tewas, Nomor 4 Bruno Fernandes

 

5 PesepakBola Ini Bikin Orang Lain Tewas, Nomor 4 Bruno Fernandes

PALAPA POKER – Beberapa pesepakbola top dunia biasanya tersangkut masalah hukum karena masalah pajak. Tapi tahukah anda jika ada pemain top yang juga pernah berurusan dengan polisi karena bikin orang lain tewas.

Setidaknya ada lima pemain yang pernah membuat nyawa orang melayang. Siapa saja mereka?

BACA JUGA : Mengapa Kucing Tak Suka Air? Ini 4 Alasannya, Salah Satunya Karena Berasal Dari Timur Tengah

Berikut Ulasan Selengkapnya :

1.Gavin Grant

Gavin Grant

Mantan pemain Gillingham dan Bradford City, Gavin Grant, divonis hukuman penjara selama 25 tahun pada 2010, akibat tindakan keji yang dilakukan enam tahun sebelumnya.

Pada 2004m Grant bersama sang teman yakni Gareth Downie menembak salah satu orang bernama Leon Labastide.

Awalnya, Selama bertahun-tahun, kepolisian setempat tidak mengetahui siapa dalang di balik pembnuhan Labastide. Akhirnya setelah melakukan penyelidikan enam tahun lamanya.

Grant ditetapkan sebagai tersangka dan hingga kini masih tertahan di penjara.Sebenarnya pada 2015,Grant dan pengacaranya sempat melakukan banding, Namun ditolah hakim.

2.ALexander Villaplane

Alexander Villaplane

Villaplane adalah kapten Tim Nasional (Timnas) Prancis saat tampil di Piala Dunia 1930.Akan tetapi, Villaplane terkenal bukan karena kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar, melainakn tindak buruknya di luar lapangan.

Pada 1944, Villaplane menjadi ketua brigade Afrika Utara yang merupakan organisasi kriminal. Organisasi tersebut bekerja sama dengan Nazi. Pada 11 Juni 1944, ia membunuh 52 orang di salah satu wilayah di Prancis (Mussidan).

Pada akhirnya,Villaplane ditangkap ditahun yang sama dan dijatuhi hukuman mati. Pada 26 Desember 1944, Villaplane akhirnya meregang nyawa setelah dieksekusi regu tembak di Fort de Montrouge.

3.Patrick Kluivert

Patrick Kluivert

Bagi anda fans sejati Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda pasti kenal sosok yang satu ini. Patrick Kluivert merupakan pahlawan Ajax Amsterdam saat menjuara Liga Champions 1994-1995.Hebatnya, itu merupakan musim debut Kluivert bersama tim senior Ajax Amsterdam.

Setelah menjalani musim debut gemilang bersama Ajax Amsterdam, Kluivert mengalami kecelakan mengerikan pada September 1995.

Menggunakan BMW M3. Kluivert yang memacu mobilnya diatas rata-rata hilang kendali hingga menabrak mobil lain. Ironisnya dalam kecelakan yang terjadi di kota Amsterdam, Kluivert tidak sendirian. Ia membawa sang supir, seorang sutradara ternama asal Belanda dan teman wanitanya.

Dalam kecelakan tersebut, supir Kluivert meninggal dunia. Awalnya Kluivert dilarang mengemudi seumur hidup akibat kecelakan tersebut. Akan tetapi kluivert hanya diminta melakukan kerja sosial selama 240 jam dan dilarang mengemudi 18 bulan.

4.Bruno Fernandes de Souza

Bruno Fernandes de Souza

Bruno melakukan tindakan keji pada 2010. Bersama sang sepupu dan temannya yakni Luiz Henrique, Bruno melakukan pembunuhan berencana. Mantan penjaga gawang Flamengo itu terbukti bersalah membunuh mantan pacarnya yang telah memberikan satu anak yakni Eliza Samudio.

Akibatnya pada 2013, Bruno divonis hukuman penjara selama 22 tahun. Akan tetapi pada 2017, Bruno sempat keluar dari penjara karena mengajukan banding. Namun dua bukan kemudiam.

Bruno kembali ditangkap dan kembali menjalani hidup dibalik jeruji besi.Saat ditanya apakah menyesal telah membunuh sang mantan pacar, Bruno sama sekali tidak menyesali tindakan kejinya tersebut.

5.Marcos Alonso

Marcos Alonso

Marcos Alonso merupakan fullback kiri andalan Chelsea asuhan Antonio Conte. Ia turut membawa Chelsea asuhan Conte juara Liga Inggris 2016-2017.

Terbaru, Marcos Alonso juga terlibat saat Chelsea juara Liga Champions 2020-2021 usai mengalahkan Manchester City 1-0. Namun siapa sangka Marcos Alonso pernah menghilangkan nyawa orang lain.

Pada 2011 atau ketika membela Bolton Wanderes, Alonso terlibat kecelakan di kota Madrid. Saat itu, Alonso mengemudikan mobil hingga 112,8 km/jam,padahal batas maksimal kecepatan yang dizinkan di area tersebut hanyalah 50km/jam.

Akibat kecelakan tersebut, salah seorang penumpang wanita meninggal dunia. Awalnya Alonso dijatuhi hukuman 21 bulan penjara pada Febuari 2016.

Akan tetapi hukuman diubah dengan Alonso hanya di minta membayar denda 61 ribu euro ( Rp 1,04 miliar ) dan dilarang mengemudi selama tiga tahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar