Babak Baru Derbi Manchester Liga Inggris: Ten Hag Vs Pep Guardiola, Murid Vs Guru

 

Babak Baru Derbi Manchester Liga Inggris: Ten Hag Vs Pep Guardiola, Murid Vs Guru

PALAPA POKER – Kedatangan Erik Ten Hag di MU menjadikan babak baru derbi Manchester.

Erik Ten Hag mengaku mengadopsi ilmu mentornya, Pep Guardiola. Erik Ten Hag mengembangkan ilmu kepelatihannya di Bayern Munchen dari 2013/2015.

Bekerja bersama Pep Guardiola, ia mengaku dipengaruhi oleh ahli taktik Spanyol itu.

BACA JUGA : 5 Biang Kerok Kekalahan Chelsea Dari Arsenal


“Saya belajar banyak dari Guardiola,” kata Ten Hag pada 2019, dikutip dari The Sun belum lama ini.

Every morning he'd check the grass was the right length' - Manchester  United manager Erik ten Hag 'learned a lot from Guardiola', has never  beaten Liverpool and considered Van de Beek treatment

“Filosofinya sensasional, apa yang dia lakukan di Barcelona, Bayern dan sekarang dengan Manchester City, gaya menyerang dan atraktif itu membuatnya menang banyak,” katanya.

“Inilah yang saya coba terapkan dengan Ajax.”

Ia juga dianggap sebagai murid Johan Cruyff. Ten Hag menyukai formasi 4-3-3 yang dilakukan legenda Barcelona Camp Nou. Penguasaan bola juga menjadi kunci kesuksesannya.

Berguru

Pada 2015, setahun sebelum Guardiola bergabung dengan Manchester City, Erik Ten Hag menerima pekerjaan senior pertamanya di divisi teratas Belanda.

Di FC Utrecht ia mempraktikkan apa yang ia pelajari di Jerman untuk mencetak kesuksesan instan dalam dua musim.

Pada tahun pertamanya, Utrecht berhasil finis kelima. Pada episode kedua, mereka lolos ke Liga Europa.

Ajax, kemudian, datang memanggil.

Dia memenangkan dua kejuaraan dan dua piala bersama klub, sementara tidak kehilangan nilai-nilai Ajax dalam bermain sepak bola menyerang dan progresif.

Mereka juga tampil impresif di Liga Champions, mencapai semifinal pada 2019/2018.

Testimoni Pemain

Mantan pemain Marnix Kolder mengungkapkan bagaimana rasanya dilatih oleh Ten Hag.

“Di balik setiap sesi latihan, ada ide,” katanya kepada The Independent.

“Dia membuat setiap pemain lebih baik. Taktis, fisik. Erik tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia siap menghadapi setiap lawan, sampai ke detail terakhir.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar